<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-18108805</id><updated>2011-04-21T17:57:30.776-07:00</updated><title type='text'>Indonesia Baru</title><subtitle type='html'>Semangat perjuangan para pahlawan pendiri negeri ini mari kita jadikan suri tauladan untuk membangun bangsa dan negara. "Seandainya ada Gajah Mada dan Hayam Wuruk"</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nusabangsa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18108805/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nusabangsa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Technolgy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08923845837285076410</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18108805.post-113998898471161989</id><published>2006-02-14T23:34:00.000-08:00</published><updated>2006-02-14T23:36:24.740-08:00</updated><title type='text'>Bangsa Yang Teledor</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bangsa yang Teledor&lt;br /&gt;Oleh: Sarlito W Sarwono Guru Besar Psikologi UI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat sering terbang (istilah gagahnya: frequent flyer). Bisa beberapa kali sebulan, di dalam maupun ke luar negeri. Karena itu, jatuhnya Mandala di Medan baru-baru ini, di tengah hari bolong, di tengah-tengah pasar, sempat membuat saya terenyak. Apalagi kejadian jatuhnya pesawat terbang bukan baru sekali ini (ingat jatuhnya pesawat Lion Air di Solo? Dan masih banyak lagi, lho!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, saya bukan penerbang atau teknisi pesawat udara. Karena itu, pasti saya tidak berkompeten untuk bicara tentang sebab-musababnya pesawat jatuh. Namun, dengan akal sehat, saya tahu bahwa pesawat terbang adalah sarana angkutan dengan teknologi sangat tinggi yang harus bebas kesalahan (zerro error). Kesalahan sedikit saja, akibatnya bisa fatal.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, sistem penerbangan melibatkan ratusan pembuat keputusan dan ribuan pelaksana, mulai dari penerbang, awak kabin, petugas menara, petugas bandara, sampai dengan manajemen dan tukang pembersih pesawat. Semuanya harus bekerja cepat, cermat, dan sesuai dengan prosedur baku di bawah sebuah komando raksasa abstrak yang bernama "sistem" itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, sebagai frequent flyer justru saya sering melihat keteledoran di sekitar saya. Penumpang lewat calo, sehingga namanya tidak cocok dengan manifest, misalnya. Ini bukan lagi keteledoran, melainkan sudah kecerobohan yang luar biasa. Ketika ada kecelakaan, penumpang yang bersangkutan tidak mungkin mendapat santunan apa pun.&lt;br /&gt;Tetapi, nekat saja orang melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau kursi yang tidak bisa disandarkan (macet) atau lampu baca yang tidak menyala. Hal-hal kecil ini jelas mencerminkan ketidak-telitian teknisi yang merawat kabin. Atau manajemen yang tidak membelikan suku cadang. Kalau di kabin teknisi bisa tidak teliti, tidak tertutup kemungkinan di mesin pun teknisi dan manajemen tidak bekerja teliti, atau teledor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi tiket pesawat dijual di bawah harga tiket kereta api untuk jurusan yang sama. Akal sehat saya yang awam dalam teknologi dan manajemen penerbangan, menyimpulkan pasti ada keteledoran di sini.&lt;br /&gt;Kalau harga tiket makin turun, sementara harga BBM justru makin naik, dan begitu juga biaya perawatan, pelatihan dan cek rating awak pesawat, over-head cost, dan sebagainya, sudah pasti ada pengurangan kualitas atau kuantitas dalam aspek tertentu (termasuk unsur mesin dan awak), agar harga tiket tetap dapat lebih murah dari kereta api atau kapal laut. Pasti ada keteledoran di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teledor di mana-mana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat banyaknya kecelakaan dalam sektor perhubungan, rasanya keteledoran bukan monopoli dunia penerbangan. Sudah jauh lebih dulu kita dengar berita kapal tenggelam dengan puluhan korban nyawa, karena kapal yang sudah tua, tidak terawat, atau ditumpangi orang melebihi batas. Teledor, kan? Atau bus ditabrak kereta api karena memaksakan melintas walau kereta api sudah dekat (teledor lagi!), atau karena penjaga pintu kereta api lupa menutup pintu atau petugas di stasiun lupa menyalakan lampu sehingga terjadi tabrakan kereta api (teledor lagi). Atau anak-anak mati di atap kereta api karena kepalanya terbentur talang air. Semua karena teledor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain di luar sektor perhubungan juga sangat banyak: sampah dibuang sembarangan, air tidak dibersihkan (tipus, demam berdarah), raja dangdut diberi gelar profesor (pembodohan), berhubungan seks dengan pelacur malas pakai kondom (penyakit kelamin, HIV/AIDS), curi listrik sembarangan, gang-gang pemadam kebakaran (bahasa Belandanya:&lt;br /&gt;brand gang) dipadati bangunan (kebakaran, mobil pemadam tidak bisa masuk), hutan-hutan ditebangi (banjir, longsor, banyak orang mati).&lt;br /&gt;Dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya: pantaslah kalau bangsa Indonesia saya sebut sebagai bangsa yang teledor! Jatuhnya Mandala, hanya puncak gunung es saja dari keteledoran yang sudah meliputi seluruh bangsa ini. Ditambah dengan mental buruk lainnya (seperti KKN), keteledoran akan mampu meruntuhkan sendi-sendi bangsa. Jadi, musuh bangsa Indonesia ternyata bukan kapitalisme Amerika, tenaga kerja murah RRC, MTV, atau terorisme jihad, melainkan kecerobohan mental kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden mana yang akan bisa membetulkan sikap mental teledor itu?&lt;br /&gt;Susilo Bambang Yudhoyono-kah? Bukan. Sebab, tidak akan ada presiden yang bisa. Yang harus melakukannya adalah kita semua, seluruh bangsa ini, dengan mengubah sikap mental teledor menjadi sikap mental disiplin dan taat asas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarlito W Sarwono Guru Besar Psikologi UI&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18108805-113998898471161989?l=nusabangsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nusabangsa.blogspot.com/feeds/113998898471161989/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18108805&amp;postID=113998898471161989' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18108805/posts/default/113998898471161989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18108805/posts/default/113998898471161989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nusabangsa.blogspot.com/2006/02/bangsa-yang-teledor.html' title='Bangsa Yang Teledor'/><author><name>Technolgy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08923845837285076410</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18108805.post-113997587771042711</id><published>2006-02-14T19:56:00.000-08:00</published><updated>2006-02-14T23:50:16.710-08:00</updated><title type='text'>Professionalisme</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut salah satu tokoh sukses di negeri ini, menuturkan bahwa profesional bisa berarti mengerjakan sesuatu dengan cinta, full heart karena hal tersebut mengandung visi dan misi dalam hal ini visi dan misi perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelaksanaan juga mengandung beberapa komponen mental dari individu. Seperti; kemauan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan diri, komitmen, konsekuen, satria, berani, tanggung jawab, disiplin dan moralitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kata bijak ini dapat membantu rekan2 telkomsel untuk mengingat semua yang kita kerjakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kepentingan bersama perusahaan, rekan kerja, diri sendiri bahkan keluarga kita.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18108805-113997587771042711?l=nusabangsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nusabangsa.blogspot.com/feeds/113997587771042711/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18108805&amp;postID=113997587771042711' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18108805/posts/default/113997587771042711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18108805/posts/default/113997587771042711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nusabangsa.blogspot.com/2006/02/professionalisme.html' title='Professionalisme'/><author><name>Technolgy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08923845837285076410</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18108805.post-113800325174155064</id><published>2006-01-22T23:55:00.000-08:00</published><updated>2006-01-23T00:02:43.113-08:00</updated><title type='text'>Kelakukan Kasar Polisi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pagi ini 23 Januari 2006 di depan pintu tol TMII saya mendapat perlakuan yang sangat tidak menyenangkan dari seorang berpakaian polisi lengkap berpangkat komisaris polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula di jalur keluar pintu tol jagorawi di taman mini, dimana jalur keluar yang akan saya lalui, ternyata diantri oleh 2 baris mobil, yang efeknya pada ujungnya pasti akan menimbulkan rebutan jalur. Dan untuk menghindari rebutan itu, saya pindah ke jalur sebelah kanan saya, karena saya lihat ada mobil xenia (B8857IW) yang agak lambat sehingga saya putuskan  untuk  masuk ke jalur itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun ternyata pengendara mobil xenia itu tidak terima saya pindah jalur dan sepanjang antri keluar pintu tol sampai bayar, dia nge-dim dan klakson terus, kemudian setelah bayar tol, saya langsung disusul dan tiba2 mobil xenia itu berhenti di depan mobil saya, seperti sengaja agar mobil saya menabrak mobilnya, tapi alhamdulillah saya masih bisa nge-rem, dan karena saya tidak mau berurusan saya tunggu saja, tapi mobil xenia di depan saya itu tidak mau pergi sampai akhirnya saya pergi ke jalur lain, karena saya tidak mau melayaninya, tapi ternyata mobil saya disusul kembali kemudian mobil saya diberhentikan dengan cara jalan menutup jalan di depan mobil saya, kemudian pengendaranya turun dengan pakaian polisi lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa ba-bi-bu, saya dipukuli dan kacamata saya direbut dan dibanting. Karena panik saya baru sadar kalau kacamata saya dibanting setelah saya jalan beberapa meter, tapi untuk kembali mengambil kacamata sudah tidak mungkin lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang salah pindah jalur pada pintu keluar tol, tapi kelakukan dari seorang oknum polisi apalagi yang sudah berpangkat komisaris polisi sungguh diluar dugaan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga hal ini tidak pernah menimpa teman-teman sekalian dan saya sudah sms ke suarametro begitu kejadian tapi belum tau responsenya karena saya sudah sampai kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat bapak polisi yang tadi pagi sudah mukulin saya, saya tidak marah pak, saya hanya bisa mendoakan bapak, semoga bapak dikaruniakan kesehatan oleh Alloh SWT, umur panjang, dibukakan hati dan diberikan hidayah agar kelak bisa lebih bersikap mengayomi dan melindungi tanpa harus show force kekuatan fisik bapak dan mengotori citra lembaga kepolisian karena menggunakan seragam polisi yang sudah cukup 'bersih'.  Amin.&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;A. Yahya Sjarifuddin&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18108805-113800325174155064?l=nusabangsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nusabangsa.blogspot.com/feeds/113800325174155064/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18108805&amp;postID=113800325174155064' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18108805/posts/default/113800325174155064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18108805/posts/default/113800325174155064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nusabangsa.blogspot.com/2006/01/kelakukan-kasar-polisi.html' title='Kelakukan Kasar Polisi'/><author><name>Technolgy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08923845837285076410</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18108805.post-113575809326299698</id><published>2005-12-28T00:13:00.000-08:00</published><updated>2005-12-28T00:21:33.263-08:00</updated><title type='text'>Sekolah Kami</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;"KAPAN SEKOLAH KAMI LEBIH BAIK DARI KANDANG AYAM"&lt;br /&gt;oleh Prof. Winarno Surahman.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jusuf Kalla emosi mendengar puisi ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah puisi yang dibacakan pada peringatan Hari Guru Nasional, ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia, dan Hari Aksara Internasional di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Minggu (27/11) yang dihadiri oleh belasan ribu guru dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.&lt;br /&gt;Setelah pembacaan puisi itu oleh pakar pendidikan Prof Dr Winarno Surachmad, puluhan guru turun dari tribun menuju ke tengah lapangan membentangkan spanduk bertuliskan: Kami Butuh Kesejahteraan. Di bawah tulisan itu tertera tanda Keluarga Besar PGRI Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Karena tidak suka dengan kejadian-kejadian itu, Jusuf Kalla terlihat sangat emosi. Dalam sambutannya Jusuf Kalla mengatakan, "Kita tentu mengetahui arti UUD 1945. Tetapi semua dilaksanakan tahap demi tahap. Tidak mungkin langsung melompat karena semua juga harus kita laksanakan. Saya terharu mendengarkan sajak yang dikatakan Profesor Winarno. Di samping terharu, saya juga ingin menyatakan, kita juga harus landaskan pada kejujuran dan kenyataan," ujarnya dengan nada mulai meninggi.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dengan nada terus meninggi sambil mengacung-acungkan jari tangan kananya, Wakil Presiden berkata, "Memang sekolah kita belumlah luks. Tetapi saya yakin, sekolah kita tidak seperti kandang ayam! Saya yakin, banyak sekolah jauh lebih baik dari pada itu... Saya yakin!"&lt;br /&gt;Kemudian, "Gaji Anda memang belum cukup, tetapi saya yakin gaji Anda tidak hanya cukup untuk satu hari. Janganlah kita semua menjelek-jelekkan bangsa ini karena bangsa ini perlu semangat. Kalau Anda semua selalu megejek bangsa ini, siapa yang harus menghargai bangsa ini?" ujarnya bertanya dan membuat ribaun guru tertunduk terdiam.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di Bandara Halim Perdanakusuma, Jusuf Kalla menjelaskan, "Saya tadi emosi. Masakan guru besar berbicara seperti itu. Menjelek-jelekkan bangsa sendiri. Mengatakan sekolah kita seperti kandang ayam. Yang kita perlukan adalah pembangkitan semangat, bukan terus menjelek-jelekkan bangsa sendiri seperti itu," ujarnya dengan tersenyum.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tanpa sebuah kepalsuan, guru artinya ibadah.&lt;br /&gt;Tanpa sebuah kemunafikan,&lt;br /&gt;Semua guru berikrar mengabdi kemanusiaan.&lt;br /&gt;Tetapi dunianya ternyata tuli. Setuli batu.&lt;br /&gt;Tidak berhati.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Otonominya, kompetensinya, profesinya hanya sepuhan pembungkus rasa getir&lt;br /&gt;Bolehkan kami bertanya, apakah artinya bertugas mulia &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ketika kami hanya terpinggirkan tanpa ditanya, tanpa disapa?&lt;br /&gt;Kapan sekolah kami lebih baik dari kandang ayam?&lt;br /&gt;Kapan pengetahuan kami bukan ilmu kadaluarsa?&lt;br /&gt;Mungkinkah berharap yang terbaik dalam kondisi yang terburuk?&lt;br /&gt;Ketika semua orang menangis, kenapa kami harus tetap tertawa?&lt;br /&gt;Kenapa ketika orang kekenyangan,&lt;br /&gt;Kami harus tetap kelaparan?&lt;br /&gt;Bolehkah kami bermimpi di dengar ketika berbicara?&lt;br /&gt;Dihargai layaknya manusia?&lt;br /&gt;Tidak dihalau ketika bertanya?&lt;br /&gt;Tidak mungkin berharap dalam kondisi terburuk,&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sejuta batu nisan guru tua yang terlupakan oleh sejarah.&lt;br /&gt;Terbaca torehan darah kering: Di sini berbaring seorang guru semampu membaca buku usang&lt;br /&gt;sambil belajar menahan lapar. Hidup sebulan dengan gaji sehari.&lt;br /&gt;Itulah nisan tua sejuta guru tua yang terlupakan oleh sejarah&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18108805-113575809326299698?l=nusabangsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nusabangsa.blogspot.com/feeds/113575809326299698/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18108805&amp;postID=113575809326299698' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18108805/posts/default/113575809326299698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18108805/posts/default/113575809326299698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nusabangsa.blogspot.com/2005/12/sekolah-kami.html' title='Sekolah Kami'/><author><name>Technolgy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08923845837285076410</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18108805.post-113575698819883375</id><published>2005-12-27T23:49:00.000-08:00</published><updated>2005-12-28T00:03:10.536-08:00</updated><title type='text'>Perombakan Kabinet</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Buletin al-Islam Edisi 282 &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah ditunggu-tunggu berbagai kalangan masyarakat, reshuffle (perombakan) Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) diumumkan Presiden SBY Senin (5/12) lalu di Yogyakarta.&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perombakan kabinet yang dilakukan oleh Presiden SBY umumnya ditanggapi positif berbagai kalangan, terutama kalangan pasar. Namun demikian, ada juga komentar bernada pesimis dari beberapa pengamat yang menilai bahwa perombakan tersebut tidak akan membawa perubahan apa-apa. Pengamat ekonomi Imam Sugema, misalnya, menyatakan bahwa nama-nama menteri yang ditunjuk Presiden dikenal sebagai para pendukung kebijakan IMF. Wajar jika respon pasar positif karena yang dimaksud dengan pasar di sini adalah pasar modal yang rata-rata pemain asing. (Republika, 6/12). &lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hal senada diungkapkan pengamat ekonomi Revrisond Baswir. Menurut Baswir, pihak yang paling berpengaruh terhadap pelaksanaan perombakan KIB pada akhirnya tetap IMF, Bank Dunia, dan jaringan perusahaan multinasional. Menurutnya, penunjukkan Boediono memberikan pesan bahwa Pemerintah sama sekali tidak akan mengubah corak dan haluan kebijakan ekonominya. Konsekuensinya, kebijakan ekonomi yang pada dasarnya amanat IMF itu-seperti penghapusan subsidi, liberalisasi sektor keuangan, liberalisasi sektor perdagangan, dan privatisasi BUMN-akan terus berlanjut dalam era pemerintahan sekarang ini. (Republika, 5/12).&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Memetakan Akar Persoalan Ekonomi&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/strong&gt;Jika kita mencoba untuk memetakan permasalahan ekonomi yang dihadapi bangsa ini, maka setidaknya hal itu menyangkut tiga hal: &lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;SDM, yakni para pengelola negara, termasuk para menteri. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Arah kebijakan ekonomi. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sistem ekonomi. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pertama, menyangkut SDM atau para pengelola negara. Kita melihat bahwa jajaran pejabat Pemerintah, khususnya para menteri, khususnya lagi di bidang ekonomi, mungkin merupakan orang-orang pilihan di bidangnya masing-masing. Namun, kita tidak boleh menutup mata bahwa hal itu bergantung pada sudut pandangnya. Dalam kerangka ekonomi liberal, orang-orang seperti Boediono atau Sri Mulyani, misalnya, mungkin dipandang tepat untuk menjabat menteri koordonator ekonomi dan menteri keuangan. Buktinya, paling tidak, reaksi "pasar" atas pengangkatan keduanya sebagai menteri cukup positif. Sebaliknya, dalam kerangka ekonomi kerakyatan, keduanya boleh dikatakan gagal dalam mengangkat nasib rakyat. Apalagi sejak awal keduanya dianggap menteri yang tidak pro-rakyat; keduanya lebih pro-IMF dan jaringan perusahaan multinasional asing. &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kedua, menyangkut arah kebijakan ekonomi. Sebagaimana diungkapkan oleh Revrisond Baswir di atas, arah kebijakan ekonomi Pemerintahan SBY diduga tidak akan mengalami perubahan alias merupakan kelanjutan belaka dari arah kebijakan ekonomi sebelumnya. Sejumlah kebijakan seperti penghapusan subsidi, liberalisasi sektor keuangan, liberalisasi sektor perdagangan, dan privatisasi BUMN dipastikan akan terus berlanjut dalam era pemerintahan sekarang ini. Karena itu, ketika perombakan kabinet dilakukan tetap dalam kerangka ekonomi liberal semacam ini, maka siapapun yang menjadi menteri tetap tidak akan menghasilkan perubahan apapun, terutama dalam upaya mengangkat nasib rakyat. Sebab, arah kebijakan ekonominya pun memang tidak diorientasikan demi kemakmuran rakyat, tetapi lebih ditujukan untuk memenuhi kepentingan pihak asing. &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Ketiga, menyangkut sistem ekonomi. Sayang, menyangkut yang ketiga ini, yakni sistem ekonomi kapitalisme yang diterapkan di negeri ini, tidak banyak kalangan, termasuk pengamat ekonomi, yang mempersoalkannya. Padahal, jika dibandingkan dengan dua hal sebelumnya, persoalan sistem ekonomi merupakan persoalan yang sangat mendasar dan menentukan, baik terhadap arah kebijakan ekonomi maupun dalam penentuan para pengelolanya. Selama sistem ekonominya kapitalis, maka arah kebijakan ekonominya juga pasti bercorak kapitalis, dan para pengelolanya juga pasti dipilih dari orang-orang yang pakar dan berpengalaman dalam menjalankan ekonomi kapitalis. &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;strong&gt;Terperangkap Ekonomi Liberal &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/strong&gt;Dari ketiga aspek di atas, kita melihat, bahwa Pemerintah tampak belum serius untuk melakukan perubahan. Terbukti, yang diotak-atik Pemerintah hanyalah aspek SDM-nya saja, yakni para menterinya, sementara arah kebijakan ekonomi dan sistemnya tidak pernah dipersoalkan. Padahal, jika kita mau jujur, arah kebijakan ekonomi liberal-yang dikendalikan oleh Bank Dunia dan IMF serta lembaga-lembaga internasional selama ini-itulah yang telah mengakibatkan perekonomian Indonesia terpuruk. Kebijakan penghapusan subsidi, misalnya, telah menimbulkan harga barang-barang kebutuhan pokok seperti BBM melambung tinggi. Liberalisasi sektor keuangan telah memicu ekonomi biaya tinggi dan krisis moneter. Liberalisasi sektor perdagangan telah menyebabkan banyak perusahaan dalam negeri terancam gulung tikar karena produk-produk mereka tersisih oleh produk-produk luar negeri. Privatisasi BUMN telah mengakibatkan banyaknya sumberdaya alam milik rakyat dikuasai oleh pihak asing. Semua itu pada akhirnya semakin "menyempurnakan" keterpurukan bangsa ini, yang antara lain dibuktikan dengan banyaknya kasus busung lapar, meningkatnya angka kemiskinan, menaiknya jumlah pengangguran, dan semakin menumpuknya utang luar negeri. &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Buruknya potret sosial Indonesia ini tidak bisa dilepaskan dari keberadaan Bank Dunia, yang lahir melalui Konperensi Bretton Wood pada 22 juli 1944, sebagai "sponsor utama" pembangunan di Indonesia. Sebagai "sponsor utama", selama ini Bank Dunia memberikan utang pada Pemerintah dengan ikut mengatur arah kebijakan ekopnomi Pemerintah. Melalui utang yang diberikan kepada Indonesia, yaitu utang proyek (utang dalam bentuk fasilitas berbelanja barang dan jasa secara kredit) Bank Dunia menggunakannya sebagai alat untuk memasarkan barang dan jasa dari negara-negara pemegang saham utama, seperti Amerika, Inggris, Jepang dan lainnya kepada Indonesia. Adapun utang yang berupa dana segar dari Bank Dunia hanya diberikan untuk utang program yang saat ini dikenal dengan nama Program Penyesuaian Struktural yang dikenal dengan nama Structural Adjustment Program (SAP). Pencairan dana utang ini dibarengi dengan persyaratan yang sangat mengikat. Utang dengan skema SAP ini mensyaratkan Pemerintah untuk melakukan perubahan kebijakan yang mengarah pada kebijakan untuk:&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengurangi peran Pemerintah dalam menyediakan barang public, seperti listrik, maupun pelayanan umum, seperti pendidikan dan kesehatan.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Memberikan keleluasaan kepada para pemilik modal untuk mengelola barang publik dan pelayanan umum sebagaimana mengelola perusahaan yang bertujuan mengejar dan menumpuk keuntungan.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;Adapun bentuk-bentuk Program Penyesuaian Struktural adalah:&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Swastanisasi (Privatisasi) BUMN.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Deregulasi dan pembukaan peluang bagi investor asing untuk memasuki semua sektor.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pengurangan subsidi kebutuhan-kebutuhan pokok seperti beras, listrik, dan pupuk.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menaikkan tarif telepon dan pos.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menaikkan harga BBM.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menaikkan biaya pendidikan sebanyak 300%. (Kau.or.id, 12/11/2004).&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ironisnya, sejak zaman Orde Reformasi, arah kebijakan ekonomi Indonesia malah semakin mengarah pada neo-liberalisme (liberalisme baru) alias semakin liberal. Pada zaman Megawati, misalnya, meskipun rakyat menentang pemberlakuan kebijakan tersebut, Pemerintah tetap bersikeras untuk menjalankan program kebijakan yang merupakan titipan Bank Dunia itu. Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro Jakti, Menteri Keuangan Budiono, Menteri Negara BUMN Laksamana Sukardi, serta Menteri Perdagangan dan Perindustrian Rini Soewandi waktu itu justru menggenjot kebijakan-kebijakan yang tidak memihak rakyat ini melalui berbagai tindakan dengan kekuasaan yang mereka miliki. Gambarannya bisa dilihat dari APBN 2004, Pemerintah mengalokasikan Rp 114.8 triliun (28% dari total anggaran) untuk belanja daerah, Rp 113.3 triliun untuk pembayaran utang dalam dan luar negeri (27% dari total anggaran), dan subsidi hanya Rp 23.3 triliun (5% dari total anggaran). &lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita tahu, arah kebijakan Pemerintah yang mengikuti pesanan Bank Dunia ini hanya karena Bank Dunia telah "berjasa" memberikan bantuan luar negeri (baca: utang) kepada Indonesia. Padahal, utang luar negeri yang disalurkan kepada Pemerintah Indonesia, 95 persennya hanya dinikmati oleh sekitar 50 orang saja (Chomsky, 2000). Ironisnya, beban utang tersebut harus ditanggung oleh setiap rakyat Indonesia, karena utang tersebut harus dibayar dari APBN. &lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada masa SBY, liberalisasi ekonomi juga tak kalah dashyatnya. Pengurangan subsidi BBM yang terakhir bulan November 2005 (yang pertama bulan Maret 2005) hingga menimbulkan kenaikan harga BBM rata-rata 100 persen hanyalah salah satu contohnya. Akibat kenaikan harga BBM ini saja dipastikan angka pengangguran dan kemiskinan makin meningkat lagi. Ironisnya, kebijakan menaikkan harga BBM yang dikatakan menghemat anggaran APBN Rp 21 trilun itu, menurut Rizal Ramli, telah menimbulkan inflasi tinggi hingga 17,89 persen, hingga mengakibatkan meningkatkan beban kewajiban utang Pemerintah sebesar Rp 30 triliun akibat meningkatnya suku bunga. (Kompas, 5/12). &lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lebih dari itu, sistem ekonomi kapitalistik yang diterapkan di negeri ini sebetulnya merupakan faktor paling mendasar, yakni menjadi akar persoalan ekonomi bangsa ini. Sistem ekonomi kapitalisme yang didasarkan pada asas manfaat ini terbukti rapuh. Selama hampir 60 tahun jika dihitung sejak awal kemerdekaan, sistem ekopnomi kapitalis yang diterapkan di Indoinesia terbukti tidak pernah mampu menciptakan kemakmuran rakyat; paling banter hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang semu, tanpa pernah mampu menciptakan kemakmuran rakyat secara merata.&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Perlu Arah Kebijakan dan Sistem Ekonomi Alternatif&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/strong&gt;Dari paparan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa gonta-ganti anggota kabinet tidak akan pernah dapat menyelesaikan persoalan ekonomi bangsa ini selama arah kebijakan ekonominya tidak diubah dan selama sistemnya tidak diganti. Tidak lain, keduanya harus didasarkan pada ideologi Islam. Artinya, baik arah kebijakan ekonomi maupun sistemnya harus berdasarkan Islam alias harus berdasarkan syariah, yakni berdasarkan al-Quran dan as-Sunnah. Arah kebijakan ekonomi Islam atau ekonomi syariah antara lain adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berpihak kepada seluruh rakyat (yakni dengan menjamin pemenuhan kebutuhan dasar bagi setiap rakyat seperti makan, pakaian dan tempat tinggal), bukan memihak segelintir rakyat (seperti konglomerat) dan pihak asing. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Negara menjamin kebutuhan darurat rakyat seperti keamanan, pengobatan, dan pendidikan.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Negara memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap rakyat untuk memuaskan kebutuhan sekunder atau tersiernya dengan semaksimal mungkin secara syar‘i. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Negara mendistribusikan kekayaan di antara masyarakat dan tidak membatasinya pada tangan orang-orang kaya saja. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengubah basis uang kertas ke basis uang emas dan perak sehingga nilai mata uang akan stabil dan dominasi dolar bisa diruntuhkan. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tidak lagi mengambil utang kepada IMF atau Bank Dunia, tidak meminta saran kepada mereka, serta tidak menerima usulan mereka. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menghapus sistem perbankan ribawi serta membuat Baitul Mal dan bank sentral negara sebagai lembaga yang memberi pinjaman kepada rakyat tanpa mengambil bunga.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengelola sendiri sumberdaya alam milik rakyat dan tidak menjualnya kepada pihak swasta atau asing.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menjamin pengadaan lapangan kerja bagi seluruh rakyat; menjamin nafkah orang yang tak mempunyai harta, tak punya pekerjaan, dan tak ada orang yang wajib menafkahinya; serta mengurus penampungan orang-orang jompo dan yang terganggu kesehatan jiwanya.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div align="justify"&gt;Itulah beberapa arah kebijakan ekonomi yang sesuai dengan syariah. Arah kebijakan ini jelas tidak akan dapat terlaksana jika para pelaksananya (kaum birokrat) tidak profesional dan tidak bertakwa kepada Allah SWT dan sistemnya juga tetap menggunakan sistem kapitalis yang terbukti rusak. Dengan kata lain, arah kebijakan ekonomi Islam tersebut baru akan dapat berjalan dengan baik jika para pelaksananya betul-betul profesional dan bertakwa kepada Allah SWT sekaligus sistem yang diterapkan adalah sistem yang islami, yakni sistem yang berdasarkan syariah. Hanya dengan itulah kita akan terangkat dari keterpurukan dan kesempitan hidup. Allah SWT berfirman: &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;" Siapa saja yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit. (QS Thaha [20] 123-124) "&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18108805-113575698819883375?l=nusabangsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nusabangsa.blogspot.com/feeds/113575698819883375/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18108805&amp;postID=113575698819883375' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18108805/posts/default/113575698819883375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18108805/posts/default/113575698819883375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nusabangsa.blogspot.com/2005/12/perombakan-kabinet.html' title='Perombakan Kabinet'/><author><name>Technolgy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08923845837285076410</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18108805.post-113575457158876267</id><published>2005-12-27T23:18:00.000-08:00</published><updated>2005-12-27T23:22:51.610-08:00</updated><title type='text'>Impor Beras Nasib Petani</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;PERNYATAAN HIZBUT TAHRIR INDONESIA"Impor Beras Mengabaikan Kepentingan Petani"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana telah diberitakan secara meluas, pemerintah akhirnya memutuskan untuk mengimpor 300.000 ton beras. Sebanyak 75.000 ton diantaranya bahkan sudah tiba di tanah air. Akibatnya, seperti yang telah terjadi di Bantul DIY dan sejumlah daerah lain, harga beras lokal langsung anjlok serta menimbulkan ketidakmenentuan harga (Kompas, 28 Nov 2005). Kondisi ini jelas semakin menyulitkan petani ditengah himpitan berbagai persoalan ekonomi menyusul kenaikan BBM serta tingginya biaya produksi pertanian mulai dari upah tenaga kerja, pupuk dan sebagainya. Berkenaan dengan hal itu, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Keputusan impor beras sebagai tindakan yang abai terhadap nasib petani dan didorong semata keinginan untuk mendapatkan rente ekonomi yang dilakukan oleh para oknum pejabat pemerintah. Alasan bahwa harga beras di pasaran telah mencapai lebih dari Rp 3.500/kg dan cadangan telah kurang dari 1 juta ton semestinya tidak serta merta dijadikan dasar untuk melakukan impor karena di berbagai daerah ternyata beras masih di bawah Rp 3.500, sementara stok beras bahkan diperkirakan akan meningkat karena sebentar lagi akan terjadi panen raya. &lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Tindakan ini menunjukkan bahwa pemerintah tidaklah sungguh-sungguh bekerja untuk kesejahteraan rakyat, melainkan sekadar memberi jalan untuk mendapatkan keuntungan ekonomi para pejabatnya. Bersama dengan kebijakan lain, seperti kenaikan BBM, privatisasi BUMN dan sebagainya semakin menegaskan bahwa negara ini tengah menuju kedalam bentuk negara perusahaan (corporate state), dimana keputusan-keputusan politik yang dibuat bukan untuk kepentingan rakyat melainkan untuk kepentingan bisnis para pejabatnya. &lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Semua hal di atas terjadi karena yang menjadi dasar dari bekerjanya negara ini adalah ideologi kapitalisme, dimana tolok ukur utama adalah keuntungan materi semata. Semua yang memberikan keuntungan (khususnya buat para pejabat) dinilai baik meski itu nyata-nyata merugikan rakyat dan bertentangan dengan aturan Islam yang dipeluk oleh mayoritas penduduk negeri ini. &lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. Oleh karena itu, bila tidak ingin kerusakan ini semakin membesar, kita harus bersama-sama segera menghentikan gejala negara perusahaan ini dan mengembalikan fungsi negara sebagai institusi yang didirikan untuk melindungi dan memenuhi kepentingan hidup rakyatnya. Kepada para pejabat diingatkan bahwa kepemimpinan dan jabatan yang tengah diembannya saat ini adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT kelak. Oleh karena itu semestinya amanah itu dijalankan dengan baik dan tidak keluar dari syariahnya. &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18108805-113575457158876267?l=nusabangsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nusabangsa.blogspot.com/feeds/113575457158876267/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18108805&amp;postID=113575457158876267' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18108805/posts/default/113575457158876267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18108805/posts/default/113575457158876267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nusabangsa.blogspot.com/2005/12/impor-beras-nasib-petani.html' title='Impor Beras Nasib Petani'/><author><name>Technolgy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08923845837285076410</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18108805.post-113575308925447408</id><published>2005-12-27T22:44:00.000-08:00</published><updated>2005-12-27T22:58:09.286-08:00</updated><title type='text'>SBY : Pendidikan Di Indonesia</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Tylla Subijantoro: Saya Tidak Menjelekkan Bangsa&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;TYLLA Subijantoro, mahasiswi S-2 ilmu hukum Universitas New Delhi, India, tiba-tiba mencuri perhatian. Pertanyaan Tylla kepada Presiden Yudhoyono konon membuat SBY marah. "Saat berdialog dengan masyarakat Indonesia di India, ada warga yang sejak mulai bicara sampai selesai menjelek-jelekkan negeri kita dan memuji luar negeri. Saya menyesalkan," kata SBY di Tanah Air. Apa yang ditanyakan Tylla kepada SBY pada pertemuan 23 November lalu itu? Berikut petikan perbincangan Tylla dengan Basfin Siregar dari Gatra:&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Benarkah Anda menjelek-jelekkan bangsa sendiri?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak terima dibilang menjelek-jelekkan bangsa! Yang saya jelek-jelekkan itu pemerintah. Saya membandingkan kebijakan Pemerintah India dengan SBY. Saya lihat Pemerintah India memberi subsidi gede banget untuk pendidikan. Adalah salah pemerintah kalau pendidikan di Indonesia makin nggak terjangkau!&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Berapa uang kuliah Anda di India?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk program S-2 dua tahun, saya cuma bayar US$ 600, sekitar Rp 6 juta. Itu sudah all-in, sudah admission fee dan tuition fee. Tinggal mikir biaya hidup. Dan biaya hidup di Delhi sama dengan di Jakarta. Uang US$ 600 itu pun karena saya foreigner yang bayar lebih mahal. Soalnya, duit saya itu dipakai buat subsidi warga India asli. Kalau orang India yang kuliah, setahun bayarnya cuma 700 rupee, sekitar Rp 40.000. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana dibandingkan dengan biaya di Indonesia?&lt;/strong&gt;Tahun lalu, saya mendaftar program notariat. Untuk semester pertama saja habis Rp 50 juta. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Anda kaget ketika SBY marah?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya SBY marah bukan karena pertanyaan saya. Melainkan karena waktu SBY ngasih penjelasan, eh, saya malah bisik-bisik ke teman. Saya bilang, ''Ah, SBY mau ngomong apa, nyatanya anaknya disekolahin ke luar negeri juga. Berarti dia setuju pendidikan di luar negeri bagus.'' &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Reaksi SBY bagaimana?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;SBY sepertinya menganggap saya anak yang kaget. Baru sekali sekolah di luar negeri, kok, sudah sombong banget. Soalnya, SBY bilang bahwa dia sudah sembilan kali sekolah di luar negeri, dan pendidikan di Indonesia nggak jelek. Tapi kenyataannya, di ranking dunia, pendidikan Indonesia kan nggak masuk? &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Ketika dibentak, reaksi Anda sendiri bagaimana?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saya senyum aja, terus diem nunduk-nunduk, manggut-manggut minta maaf. Terus saya perhatikan lagi. Tapi saya bisik ke teman itu cuma beberapa detik aja kok. Sepanjang sebelumnya saya juga memperhatikan penjelasan SBY. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Seperti apa jawaban SBY waktu menjawab pertanyaan Anda?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ya pokoknya pemerintah sudah bekerja, bahwa pendidikan di Indonesia tidak jelek. Pendidikan di luar negeri ada yang bagus, tapi ada juga yang lebih jelek dibanding di Indonesia. Begitu. Terus waktu menjawab soal buku-buku murah, SBY bilang kalau pemerintah juga sudah menyiapkan content (materi) untuk buku-buku SD, bagaimana agar bisa kepake untuk sekian generasi. Teknis begitu. Itu kan nggak nyambung dengan apa yang saya sampaikan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Seperti apa subsidi pendidikan di India?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di sini, buku murah luar biasa, bahkan buku-buku impor karena pemerintah memberi subsidi kertas! Selain itu pemerintah juga bikin kerja sama dengan penerbit-penerbit gede kayak Penguin Books agar buku-buku mereka bisa dicetak di India, jadi bisa dijual lebih murah. Buku-buku kuliah saya, kalau dikonversi ke rupiah, paling mahal cuma Rp 10.000. Kalau di Indonesia, saya bisa keluar sampai Rp 2,5 juta untuk beli buku saja. Dan karena subsidi kertas itu, harga langganan koran juga murah. Saya itu langganan satu koran, satu majalah berita semacam Gatra, dan satu majalah wanita. Nah, untuk langganan tiga media itu, sebulannya saya cuma bayar 110 rupee, atau sekitar Rp 22.000. Selain itu di India, pelajar dapat fasilitas kartu abonemen yang harganya cuma 50 rupee, atau sekitar Rp 10.000, yang berlaku selama empat bulan. Dengan kartu pas itu, selama empat bulan kita bisa gratis naik bis pemerintah jurusan apa aja. Mau keliling-keliling Delhi juga boleh. Meski bisnya bobrok, tapi nyaman. Berhentinya juga cuma di halte. Kartu abonemen itu selain untuk pelajar, juga dikasih untuk pegawai negeri, tentara, orang jompo dan physically disabled (orang cacat). Itu untuk transportasi. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tidak takut dianggap melebih-lebihkan India?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lho, justru karena saya cinta bangsa Indonesia, saya ingin pemerintah belajar kepada India. Orang Indonesia itu pintar-pintar. Tapi, soalnya, pemerintah tidak bisa memfasilitasi pendidikan murah. Para insinyur di India mampu bersaing untuk masuk di Microsoft. Sedangkan di Indonesia hanya beberapa orang saja yang beruntung. Maka tolonglah pemerintah bikin agar pendidikan itu affordable.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tapi, pendidikan di Indonesia kan ada juga bagusnya?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau jujur, infrastrukturnya lebih bagus. Di kampus sudah ada lift, whiteboard, pakai OHP. Kalau di sini enggak. Naik dari lantai I ke lantai IV masih manual, masih pakai kapur tulis, terus nggak ada AC. Tapi, kalau kualitas content-nya, kita kurang. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kalau pengajarnya bagaimana?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kalau di India enaknya, dosen-dosen itu bisa dihubungi kapan saja. Kayak Amartya Sen, peraih nobel, kalau mahasiswanya minta diskusi private session, masih dilayanin. Nggak susah. Bahkan presidennya sendiri, Abdul Kalam, dia juga mengajar, dan masih bisa ditelepon! Saya pernah bareng mahasiswanya makan malam bareng Abdul Kalam. Saya lihat Abdul Kalam itu dikritik mahasiswanya yang orang India, ditunjuk-tunjuk gitu, dia nggak marah kok. Masih santai aja. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Setelah pertemuan dengan SBY itu, apakah Anda ditegur, misalnya oleh orang KBRI?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, nggak. Orang KBRI itu asyik-asyik. Yang ribut itu justru pegawai negeri (dari Indonesia) yang tugas belajar ke India. Mereka pada marah. Dibilangnya saya itu anak itik yang baru keluar dari induknya, kaget. Padahal saya kan juga bukan baru pertama kali ke luar negeri. Sebelumnya saya kan juga sempat ikut summer course atau homestay gitu. Tapi kan nggak kompatibel kalau membandingkan Indonesia dengan negara-negara maju. Makanya dibandingin dengan India. &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18108805-113575308925447408?l=nusabangsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nusabangsa.blogspot.com/feeds/113575308925447408/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18108805&amp;postID=113575308925447408' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18108805/posts/default/113575308925447408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18108805/posts/default/113575308925447408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nusabangsa.blogspot.com/2005/12/sby-pendidikan-di-indonesia.html' title='SBY : Pendidikan Di Indonesia'/><author><name>Technolgy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08923845837285076410</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18108805.post-113575186520936319</id><published>2005-12-27T22:30:00.000-08:00</published><updated>2005-12-27T22:37:45.210-08:00</updated><title type='text'>Bila Ibu Boleh Memilih</title><content type='html'>Message: Oleh: Ratih Sanggarwati (Ratih Sang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku...&lt;br /&gt;Bila ibu boleh memilih&lt;br /&gt;Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah&lt;br /&gt;Sembilan bulan nak...&lt;br /&gt;Engkau hidup di perut ibu&lt;br /&gt;Engkau ikut kemanapun ibu pergi&lt;br /&gt;Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak&lt;br /&gt;karena kebahagiaan&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman,&lt;br /&gt;karena ibu kecewa dan berurai air mata&lt;br /&gt;Anakku...Bila ibu boleh memilih&lt;br /&gt;Apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu&lt;br /&gt;Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu&lt;br /&gt;Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit&lt;br /&gt;Kelahiranmu adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga&lt;br /&gt;Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari&lt;br /&gt;jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua&lt;br /&gt;Malaikat tersenyum di antara peluh dan erangan rasasakit,&lt;br /&gt;Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun&lt;br /&gt;Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah...&lt;br /&gt;Saat paling membahagiakan&lt;br /&gt;Segala sakit &amp;amp; derita sirna melihat dirimu yang merah,&lt;br /&gt;Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,&lt;br /&gt;Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati&lt;br /&gt;tentang junjungan kita Rasulullah di telinga mungilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku...&lt;br /&gt;Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah,&lt;br /&gt;atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,&lt;br /&gt;Maka ibu memilih menyusuimu,&lt;br /&gt;Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu&lt;br /&gt;dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga&lt;br /&gt;Merasakan kehangatan bibir dan badanmu di dada ibu dalam kantuk ibu,&lt;br /&gt;Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku...&lt;br /&gt;Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat&lt;br /&gt;Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle&lt;br /&gt;Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi anakku...&lt;br /&gt;Hidup memang pilihan...&lt;br /&gt;Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana&lt;br /&gt;Maka maafkanlah nak...Maafkan ibu...Maafkan ibu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,&lt;br /&gt;Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang&lt;br /&gt;Percayalah nak...&lt;br /&gt;Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu&lt;br /&gt;Percayalah nak...&lt;br /&gt;Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18108805-113575186520936319?l=nusabangsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nusabangsa.blogspot.com/feeds/113575186520936319/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18108805&amp;postID=113575186520936319' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18108805/posts/default/113575186520936319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18108805/posts/default/113575186520936319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nusabangsa.blogspot.com/2005/12/bila-ibu-boleh-memilih.html' title='Bila Ibu Boleh Memilih'/><author><name>Technolgy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08923845837285076410</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18108805.post-113575119620745146</id><published>2005-12-27T22:15:00.000-08:00</published><updated>2005-12-27T22:26:36.220-08:00</updated><title type='text'>Sinetron Indonesia</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sinetron Indonesia semakin maju dan berkembang dengan pesat. Namun apakah kemajuan ini diimbangi pula dengan kemajuan di bidang moral ?. Pertanyaan yang mungkin muncul bagi sebagian orang yang menginginkan bangsa ini menjadi bangsa yang beradab dan bermoral tinggi. &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tayangan sinetron di negeri ini cenderung menghadirkan materi - materi yang justru membahayakan moral bagi anak - anak kita. Sinetron - sinetron ABG di dalamnya justru menghadirkan materi - materi free sex, iri, dengki, kemarahan, persaingan yang tidak sehat, pamer aurat, pamer kekayaan, dll. Semua itu bisa mempengaruhi mentalisme anak - anak yang menontonnya dan belum bisa menelaah mana yang baik mana yang buruk. Apalagi penayangannya di antara jam 17.00 sampai 20.00 di mana anak - anak harusnya belajar pelajaran sekolahnya. &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lihat aja anak - anak sekarang berperilaku, bandingkan dengan perilaku anak - anak sebelum TV dan Sinetron berkembang seperti sekarang. Memang tidak bisa kita pungkiri kemajuan dibidang lain yang bisa dicapai dengan media TV.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18108805-113575119620745146?l=nusabangsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nusabangsa.blogspot.com/feeds/113575119620745146/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18108805&amp;postID=113575119620745146' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18108805/posts/default/113575119620745146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18108805/posts/default/113575119620745146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nusabangsa.blogspot.com/2005/12/sinetron-indonesia.html' title='Sinetron Indonesia'/><author><name>Technolgy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08923845837285076410</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18108805.post-113575023664753257</id><published>2005-12-27T22:01:00.000-08:00</published><updated>2005-12-27T22:15:09.756-08:00</updated><title type='text'>Larang Musik Barat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Warta Berita Oleh : Redaksi 20 Dec 2005 - 10:31 am&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Iran Ahmadinejad kembali mengambil langkah tegas menghadapi Barat. Kali ini, Presiden yang bersuara vokal terhadap Israel ini, melarang radio dan televisi di negaranya menayangkan atau memperdengarkan lagu-lagu Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harian resmi pemerintah Iran, Iran Persian dalam pemberitaannya menyebutkan, Mahmud Ahmadinejad dalam posisinya sebagai Kepala Dewan Revolusi Budaya Iran memeritahkan untuk memberlakukan ketetapan Dewan pada bulan Oktober yang melarang lagu-lagu Barat di Iran.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Memblokir segala sesuatu yang tidak senonoh dan musik Barat dari penyiaran radio dan televisi Republik Islam Iran adalah keharusan,"&lt;br /&gt;demikian bunyi pernyataan Dewan tersebut dalam situs resminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dikeluarkannya perintah ini, maka pihak penyiaran radio dan televisi Republik Islam Iran harus mulai menerapkan dan menyiapkan laporan pelaksanaannya dalam waktu 6 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijkan baru Ahmadinejad ini langsung memicu reaksi di kalangan masyarakat Iran. Gitaris asal Iran, Babak Riahipour menyebut kebijakan baru tersebut sebagai kebijakan yang 'mengerikan.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riahipour yang musiknya kerap dipedengarkan di radio dan televisi Iran mengungkapkan, "Keputusan itu memperlihatkan kurangnya pengetahuan dan pengalaman."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Iran, lagu-lagu seperti Careless Whisper yang dinyanyikan George Michael, lagu Rush oleh Eric Clapton, Hotel California oleh Eagles dan musik intrumentalia Kenny G, cukup dikenal karena sering digunakan untuk mengiringi acara-acara di televisi Iran. Setelah dikeluarkannya larangan ini, maka lagu-lagu semacam itu tidak boleh diperdengarkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum terpilih sebagai presiden Iran, Ahmadinejad dalam kampanye-kampanyenya berjanji akan melawan apa yang ia sebut sebagai invasi budaya Barat dan akan lebih mengedepankan nilai-nilai Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain melarang musik Barat, kebijakan baru yang dikeluarkan Ahmadinejad juga termasuk sensor terhadap materi film-film yang akan ditayangkan di Irak. "Pengawasan terhadap isi film, serial televisi dan sulih suara ditekankan guna mendukung film-film bernafaskan spiritual dan untuk menghilangkan adegan kekerasan dan adegan yang tidak berguna," demikian bagian isi dari pernyataan resmi Dewan Revolusi Kebudayaan Iran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya kebijakan itu, maka Iran juga melarang film-film Barat yang mengumbar 'pamer kekuatan' seperti yang sering diperlihatkan dalam film-film AS.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18108805-113575023664753257?l=nusabangsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nusabangsa.blogspot.com/feeds/113575023664753257/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18108805&amp;postID=113575023664753257' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18108805/posts/default/113575023664753257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18108805/posts/default/113575023664753257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nusabangsa.blogspot.com/2005/12/larang-musik-barat.html' title='Larang Musik Barat'/><author><name>Technolgy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08923845837285076410</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18108805.post-112986639118636343</id><published>2005-10-20T20:36:00.000-07:00</published><updated>2005-12-27T22:13:53.400-08:00</updated><title type='text'>Bangsa Ini Memerlukan Zhu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh: Asro Kamal Rokan (Republika Online)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amazing!&lt;br /&gt;Dari tahun 2001 sampai 2005 Cina telah menghukum mati 4000 orang karena korupsi, dan menurut Amnesti Internasional (AI) fakta sesungguhnya masih lebih banyak lagi. Orang bilang komunis itu kejam, tapi cara tsb terbukti sukses memberantas korupsi dan hasilnya terlihat indikator perekonomian Cina melesat. Bunuhlah seekor ayam untuk menakuti seribu ekor kera, beranikah Indonesia meniru?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Xiao Hongbo telah dihukum mati pekan lalu. Delapan orang pacarnya -- yang dibiayai dalam kehidupan mewah-- mungkin hanya menangisi lelaki berusia 37 tahun. Tidak ada yang bisa membantunya. Deputi manajer cabang Bank Konstruksi China, salah satu bank milik negara, di Dacheng, Provinsi Sichuan, itu dihukum mati karena korupsi. Xiao telah merugikan bank sebesar 4 juta yuan atau sekitar Rp 3,9 miliar sejak 1998 hingga 2001. Uang itu digunakan untuk membiayai kehidupan delapan pacarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Xiao Hongbo satu di antara lebih dari empat ribu orang di Cina yang telah dihukum mati sejak 2001 karena terbukti melakukan kejahatan, termasuk korupsi. Angka empat ribu itu, menurut Amnesti Internasional (AI),jauh lebih kecil dari fakta sesungguhnya. AI mengutuk cara-cara Cina itu, yang mereka sebut sebagai suatu yang mengerikan. Tapi, bagi Perdana Menteri Zhu Rongji inilah jalan menyelamatkan Cina dari kehancuran. Ketika dilantik menjadi perdana menteri pada 1998, Zhu dengan lantang mengatakan, ''Berikan kepada saya seratus peti mati, sembilan puluh sembilan untuk koruptor, satu untuk saya jika saya melakukan hal yang sama.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zhu tidak main-main. Cheng Kejie, pejabat tinggi Partai Komunis Cina, dihukum mati karena menerima suap lima juta dolar AS. Tidak ada tawar-menawar. Permohonan banding wakil ketua Kongres Rakyat Nasional itu ditolak pengadilan. Bahkan istrinya, Li Ping, yang membantu suaminya meminta uang suap, dihukum penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Gubernur Provinsi Jiangxi, Hu Chang-ging, pun tak luput dari peti mati. Hu terbukti menerima suap berupa mobil dan permata senilai Rp 5 miliar. Ratusan bahkan mungkin ribuan peti mati telah terisi, tidak hanya oleh para pejabat korup, tapi juga pengusaha, bahkan wartawan. Selama empat bulan pada 2003 lalu, 33.761 polisi dipecat. Mereka dipecat tidak hanya karena menerima suap, tapi juga berjudi, mabuk-mabukan, membawa senjata di luar tugas, dan kualitas di bawah standar. Agaknya Zhu Rongji paham betul pepatah Cina: bunuhlah seekor ayam untuk menakuti seribu ekor kera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, sejak ayam-ayam dibunuh, kera-kera menjadi takut, kini pertumbuhan ekonomi Cina mencapai 9 persen per tahun dengan nilai pendapatan domestic bruto sebesar 1.000 dolar AS. Cadangan devisa mereka sudah mencapai 300 miliar dolar AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses Cina itu, menurut guru besar Universitas Peking, Prof Kong Yuanzhi, karena Zhu serius memberantas korupsi. Perang terhadap korupsi diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Zhu mengeluarkan dana besar untuk pendidikan manajemen, mengirim ribuan siswa belajar ke luar negeri, dan juga mengundang pakar bisnis berbicara di Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Kini, lihatlah apa yang terjadi di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengangguran terus bertambah, anak-anak gadis dari desa terpaksa menjadi pelacur di kota, lulusan SMU menjadi pengamen, anak-anak SD yang malu tidak dapat membayar uang sekolah, bunuh diri. Ratusan ribu orang tumpah ke kota-kota karena di desa tidak ada harapan. Ratusan ribu orang menjadi tenaga kerja di luar negeri, ditipu calo dan disiksa majikannya. Mereka adalah korban. Koruptor menghisap hidup mereka, bertahun-tahun tanpa ada yang menolong. Koruptor mengambil hak mereka atas tanah, hak mereka atas air, hak mereka untuk sekolah, hak mereka untuk berdagang, hak mereka untuk bekerja, hak mereka untuk mendapatkan layanan, hak mereka untuk kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Apalagi hak yang tersisa untuk orang-orang miskin itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah bukan penolong orang-orang miskin, terkadang mereka juga mengambil uang dari orang-orang miskin. Bangsa ini memerlukan orang seperti Zhu Rongji, bukan pecundang atau pesolek yang tiap kali berbicara atau mengambil kebijakan selalu mwngutip kalimat "atas nama rakyat", tetapi hasil yang didapat jauh panggang dari api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah Indonesia saat ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatuhkanlah tiga buah batu dari pesawat udara di wilayah Indonesia, maka, yakinlah satu di antara batu itu akan mengenai kepala koruptor!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18108805-112986639118636343?l=nusabangsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nusabangsa.blogspot.com/feeds/112986639118636343/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18108805&amp;postID=112986639118636343' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18108805/posts/default/112986639118636343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18108805/posts/default/112986639118636343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nusabangsa.blogspot.com/2005/10/bangsa-ini-memerlukan-zhu.html' title='Bangsa Ini Memerlukan Zhu'/><author><name>Technolgy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08923845837285076410</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
